Selasa, 05 Maret 2013

Jalan-jalan @ Taman Safari Cisarua - Bogor


Rencana mo mengajak keluarga mengisi liburan hari Minggu ke Taman safari Cisarua – Bogor. Alhamdulilah semua senang mendengar ajakkan ku dan kebetulan juga adikku berminat gabung. Dan “gerombolan” tergabung sudah, peserta kali ini adalah aku sendiri, bunda, aileen, kakak bella, kakak liza, abi donie, umi yuli, abang daffa dan adek Maritza.

Setelah mengatur rencana pemberangkatan, waktunya pun tiba hari Minggu tgl 02 Maret 2013 kami berangkat ke Cisarua pkl 06.00 WIB, memang pemberangkatan ini diskenariokan lebih pagi supaya kalo kena macet di sekitar ga kelamaan nunggunya. Route perjalanan yang kami tempuh adalah dari Cibarusah (rumah) kami ambil arah Jonggol dan terus ke arah Cileungsi lalu masuk tol Jagorawi dari pintu tol Cibubur. Masuk tol Jagorawi cuaca cerah dan suasanan pagi masih terasa dan lalu lintas di dalam tol juga lancer. Saat membayar tiket tol jam di HP menunjukkan pkl 07.15  WIB dan mulai memasuki lampu merah Ciawi (Gadog Bawah) arus lalu lintas mulai tersendat dikarenakan jalan mulai menyempit. Namun setelah jembatan gadog arus lalu lintas lancer kembali sampai dengan pasar Cisarua, nah di jalan pasar cisarua ini jalan merayap kembali. Selama perjalanan berangkat semuanya happy, Alhamdulillah mereka semuanya senang. Terima kasih ya Allah atas rezeki yang telah Kau berikan.

Sebenarnya kondisi Aileen agak kurang sehat, malam sebelum berangkat saya ingin membatalkan acara ini namun saat ditanya dia tetap ingin berangkat. Dan herannya pagi hari badannya sudah tidak demem lagi. Namun tetap saja terlihat, aktivitas Aileen tidak selincah biasanya.

Melewati gerbang gading kami berhenti sejenak untuk narsis a.k.a mengabadikan gambar hehehe…. 



Untuk urusan tiket masuk, sebelumnya kami mengubungi pihak agency untuk pemesanan tiket, harga yang ditawarkan boleh dikatakan murah, harga sebenarnya untuk weekend Rp. 140.000,- (tiket terusan) untuk dewasa sedangkan dengan agency tersebut ditawarkan Rp. 125.000,-. Akhirnya kami pun memesan tiket untuk 6 orang dewasa dan 2 orang anak-anak ditambah 1 tiket masuk untuk kendaraan sebesar Rp. 15.000,-. Kami diperiksa bukti pembayaran tiket pada saat memasuki gerbang tiket TSI. Setelah melewati gerbang semua mobil berjalan lambat, disinilah “pertunjukkan” dimulai. Kalo di Taman Margasatwa Ragunan semua binatang didalam kandang, berbeda dengan disini pengunjunga dapat melihat dan binatang dari dalam mobil, hewan dibiarkan bebas berkeliaran. Dan pengunjung pun dapat memberikan makanan kepada binatang-binatang kecuali binatang buas (singan dan harimau). 












Setelah puas menikmati hewan dari dalam mobil dan memberikan makanan, kami berhenti di Recreation Area untuk seluruh wahana yang ada di Taman Safari ini. Oh ya, area parker yang ada di Recreation Area ini dibagi menjadi 4 area parker, dimana bagi pengunjung yang ingin menuju wahana tertentu dan tidak kuat berjalan kaki dapat menggunakan kendaraan dan memarkir kendaraannya tidak jauh dari wahana yang dinikmatinya. Kenapa saya bilang bagi yang tidak kuat jalan kaki? Taman Safari ini berada didataran tinggi di punggungan Gunung Gede Pangrango dengan ketinggian ± 1.800 mdpl jadi otomatis kontur dari tempat rekreasi ini berundak dan udaranya pun sejuk dan dingin.



 
Sebelum menikmati wahana yang ada, kami makan siang dulu. Kendaraan kami parkir di Parkir A dan wahana yang ada disekitar parker A adalah Elephant Show/Elephant Trial, Baby Zoo, Kereta Api, tempat permainan anak-anak dan lain-lain.






Bermain di area A, kami bergeser ke area B dimana kami akan menikmat Tiger Show. Rencananya saya akan mengajak keluarga menikmati wahana dengan berjalan kaki, namun karena kondisi aileen yang kurang sehat jadi saya bergerak dengan menggunakan kendaraan.


Selesai menikmati Tiger Show, mobil saya pindahkan ke parkir D untuk menikmati Cowboy Show.


Satu hal lagi yang membuat saya kagum dengan pengelola Taman Safari ini adalah tidak ada sampah yang berserakan, apabila ada sampah yang dibunang bukan pada tempatnya maka petugas pembersih segera bergerak dengan sigapnya.

Selesai sudah menikmati wahana dan bermain di Taman Safari, menjelang pulang sebelum masuk jalan tol kami mampir sejenak di Cimory. 




Senin, 25 Februari 2013

Sekolah Alam Ciliwung Condet

Terima kabar dari teman, ada undangan silaturahmi ke Komunitas Ciliwung Condet yang beralamat di JL Pucung No 6, Kel.Condet Balekambang, Kec.Kramat Jati, Jakarta Timur. Aku sih tidak terlalu asing dengan komunitas ini, karena sebelumnya aku pernah bersilaturahmi ke tempat itu bersama bunda sebelum kami menikah. Komunitas ini adalah salah satu bagian dari aktivitas bunda dulu dan akupun dikenalkan dengan beberapa bagian di komunitas ini. Dan buatku ini adalah salah satu bagian hidup keluarga kami, peduli lingkungan dan peduli sesama. Hal yang perlu kami turunkan kepada anak-anak kami.

Sedikit cerita tentang komunitas ini Komunitas Ciliwung Condet yang tergabung dalam Wahana Komunitas Lingkungan Hidup (WKLH) yang terdiri dari para relawan, mahasiswa dan pelajar, kelompok usaha, warga setempat, dan partisipan warga lainnya yang peduli akan lingkungan alam dan sosial budaya yang ada di sekitar condet yang berada dibantaran kali Ciliwung. Nah untuk kesempatan ini aku mengajak putriku Aileen untuk mengenal Sungai Ciliwung, Salak Condet dan beberapa tumbuhan khas Jakarta.

Kami bertiga (Aku, Bunda dan Aileen) berangkat dari rumah dengan menggunakan kendaraan umum. Motor ku parkir di penitipan motor Bang Iwan yang lokasinya dekat dengan Pintu Tol Cikarang lalu kami naik Elf  59 Jababeka – Cililitan. Tiba di UKI kami turun dan melanjutkan perjalanan dengan naik Mikrolet tujuan Cililitan/PGC dan dari PGC kami naik lagi KWK 07 lalu Jalang Munggang, Pangkalan Bambu.

Sedikit snapshoot di Komunitas Ciliwung Condet














Dan ini merupakan Sekolah Alam buat Aileen

Senin, 18 Februari 2013

Gowes Cibarusah - Penangkaran Rusa (Cariu)


Wahana Wisata Penangkaran Rusa (WWPR), berdiri sejak tahun 1993 di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Atau sekitar 1,5 jam bermobil dari Cibubur, Jakarta Timur, melalui Jalan Raya Jonggol-Cileungsi. Dahulu, WWPR ini dikenal sebagai Penangkaran Rusa Cariu karena, sebelum pemekaran wilayah, lokasinya masuk Kecamatan Cariu, Bogor. Menurut Rachmat, di WWPR kini ada sekitar 70 rusa. Populasi rusa di sini memang dibatasi, disesuaikan dengan luas areal penangkaran yang merupakan sebuah bukit kecil dengan hutan pinus dan semak belukar. Luasnya hanya lima hektar dengan populasi ideal satu hektar untuk 10 sampai 15 rusa. Selain lima hektar lahan untuk tempat tinggal rusa itu, di WWPR masih ada dua hektar lahan yang dikhususkan untuk penanaman/pemeliharaan rumput, deposit makanan utama rusa. Selain itu, masih ada lagi dua hektar lahan yang bisa digunakan untuk berkemah atau melakukan aktivitas wisata alam lain bagi para pengunjung.

Menurut Koordinator Wisata KPH Bogor Tri Ernawati, WWPR memang dibuka untuk umum. Untuk menikmati keelokan rusa-rusa di sana, pengunjung harus membeli karcis masuk sebesar Rp 2.500 per orang. Kalau ingin melakukan aktivitas wisata alam seperti hicking atau out bound, setiap peserta dikenai biaya tambahan Rp 3.000 per orang. Jika ingin berkemah, pengunjung dikenai biaya sewa lahan Rp 300.000 per hari per rombongan. Warga negara asing dikenai Rp 15.250 per orang untuk tiket masuk saja.

Dan aku ingin mencoba gowes ke tempat itu, ditemani oleh Om Kosasih dan Om Agus (goweser perdana) aku memulainya. Kami berkumpul ditempat biasa (Pintu Gerbang Perumahan Graha Bagasasi) puluk 06.00 WIB lalu menyusuri jalan kea rah Bojongmangu. Dari Bojongmangu kami melanjutkan kayuhan sepeda menuju persimpangan jalan Cariu menuju TKP. Jarak yang kami tempuh Cibarusah - Penangkaran Rusa 44 km.




Kayuh – istirahat – kayuh – istirahat begitulah terus menerus dan kahirnya tiba juga di Penangkaran Rusa tepat pukul 13.00 WIB.










Sangat sedikit cerita yang bisa aku tulis, karena pengalaman gowes ini aku lakukan pada 08 Mei 2011. Jadi terpaksa mencoba untuk mengingat kembali.