Senin, 11 Februari 2013

Jalan - jalan @Taman Margasatwa Ragunan



Kebetulan ada acara kumpul bareng sama teman-teman dari SIOUX Lembaga Studi Ular Indonesia, sebuah lembaga studi yang berkonsentrasi pada hewan ular Indonesia. Lembaga ini aku dirikan bersama 3 orang temanku pada 23 November 2003 yang lalu dan saat ini lagi mo ketemuan aja. Untuk acara ini pasti aku mengajak keluargaku, kenapa? Karena lokasi ketemuannya di tempat yang sangat bagus. Sebuah lokasi belajar mengenal hewan tanpa harus ke hutan dan tanpa harus takut juga. Taman Margasatwa Ragunan namanya.

Sedikit cerita soal tempat ini, tempat ini adalah pindahan dari Cikini yang dulunya bernama Planten En Dierentuin dengan luas 10 hektar. Karena lokasinya terlalu kecil, maka Pemerintah DKI Jakarta membuka lahan seluas 30 hektar dipinggiran Ibukota tepatnya daerah Ragunan untuk dipindahkan pada tahun 1964 pada pemerintahan Bpk. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Dan lokasi ini diber nama Taman Margasatwa Ragunan dan dibuka secara resmi pada 22 Juni 1966.

Banyak fasilitas dan sarana hiburan yang tersedia di tempat ini, sepertia :
- Taman Satwa Anak (children zoo), saat ini sedang dalam perbaikan
- Pusat Informasi
- Taman Perahu
- Pusat Primata Schmutzer
- Rakit Wisata
- dan lain-lain
Jadi kalo mao ketempat ini, kondisi badan haruslah fit karena kita akan berjalan kaki di lahan seluas 30 hektar. Bisa dibayangkan mengelilingi lahan seluas itu dengan berjalan kaki.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 06.45 WIB dengan menggunakan kendaraan umum. Dari terminal bis Lippo Cikarang kami naik bis jurusan Blok M dan turun di shelter Bis Komdak lalu dilanjutkan dengan naik Transjakarta jurusan Kota dan turun di shelter Duku Atas untuk pindah ke jurusan. Dari shelter bis Duku Atar kami naik Transjakarta lagi dengan jurusan Pasar Minggu. Akhirnya kami sampai juga Taman Margasatwa Ragunan pukul 09.30 WIB. Setelah membeli tiket kami langsung ke tempat yang sudah ditentukan untuk kumpul. Oh ya harga tiket untuk tahun 2013 adalah :
- Dewasa Rp. 4.500
- Anak-anak (usia diatas 3 tahun) Rp. 3.500
Sarapan @Bis Lippo
@Transjakarta
@Halte Bis Transjakarta
 
 Selama perjalanan Aileen sangat senang sekali. Dan diperjalanan ini aku hanya berdua dengan Aileen, bunda nyusul karena masih ada pasien. Ini merupakan pengalaman pertamaku jalan berdua sama Aileen untuk jarak jauh. Awalnya aku khawatir kalo diperjalanan nanti Aileen banyak permintaan, maklumlah aileen tergolong anak aktif jadi kalau ga bisa handlingnya kepala jadi nyut-nyutan.

Sebelum ke tempat kumpul kami jalan-jalan sebentar mengunjungi beberapa area, kandang burung, area reptil dan primata serta kandang macan tutul srilangka dan harimau sumatra. Tepat jam 11 siang teman-teman SIOUX sudah datang dan berkumpul.

Depan kandang primata
Depan kandang burung pelikan
Depan kandang burung elang
Harimau Sumatera
Depan aquarium
Depan aquarium
Macan Tutul Srilangka
 
Jam 14.00 bunda pun datang, aileen pun senang orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Tak terasa jam 15.00 acara selesai dan kamipun bersiap-siap pulang. 50 meter menjelang pintu gerbang hujan turun, kami tertahan di kantor pengelola untuk berteduh. Kurang lebih 20 menit kami berteduh dan akhirnya hujanpun mereda dan kami pun pulang. Tiba di terminal bis Blok M, kami mampir sejenak di sebuah tempat makan masakan Aceh. tempat ini punya cerita senidir untuk kami berdua, sebelum kami menikah kami suka sekali makan di tempat ini. Menu favorit kami berdua adalah Mie Goreng dan Martabak Aceh. Dan kali ini kami datang bertiga layaknya sebuah keluarga, untuk sekedar bernostalgia.
Rumah Makan Bang jali - Masakan Aceh
kompak....

Sabtu, 02 Februari 2013

Jalan-jalan @Trans Studio Bandung


Alhamdulillah dapet hadiah dari Perusahaan, kali ini hadiah diberikan berupa Employee Gathring ke Trans Studio Bandung. Mudah-mudahan hadiah yang diberikan tahun ini dapat menghibur semua karyawan. Rombongan berangkat dari Pabrik jam 06.30 WIB langsung menyusuri tol Cikampek dan belok kiri masuk Tol Cipularang. Keluar tol Cipularang tepatnya pintu tol Buah Batu. Waktu sudah menunjukkan pkl 07.53 WIB.
bis yang bakal mengangkut peserta ke Bandung

Seperti biasa setiap Perusahaan membuat kegiatan pastinya saya terlibat di dalam kepanitiaan. Mungkin sudah jadi bagian Job Description saya di kantor. Dan untuk kegiatan ini saya kebagian Dokumentasi.

Sedikit informasi soal Trans Studio Bandung, tempat ini dibangun oleh kelompok Chaerul Tanjung Corps (d/h Para Group) dan dikelola oleh Trans Corps pada tahun 2011. Dan tempat ini dibangun setelah Trans Studio Makassar terlebih dahulu dan dikalim sukses yang dibangun pada tahun 2009. Tempat ini mempunyai luas sekitar 4,4 ha dan merupakan Indoor Theme Park  terbesar di dunia.

Untuk menikmati hiburan di tempat ini, anda harus mengeluarkan kocek sebesar Rp. 250.000,- untuk dewasa berlaku Sabtu-Minggu / Hari Libur dan Rp. 150.000,- berlaku Senin-Jumat. Harga tersebut berlaku untuk semua wahana dan atraksi sepuasnya atau dapat berkali-kali. Dan apabila anda ingin menikmati makan dan minum anda tidak perlu mengeluarkan uang cash, koq bisa? Ya tentunya terlebih dahulu anda harus membeli kartu Mega Cash dengan harga kartu Rp. 10.000,-. Nah dengan cara itu anda bebas bertransaksi dengan men-debet kartu tersebut.
Mega Cash
Pengunjung ditempat ini pada saat kami datang tidak terlalu namun kalau weekend atau liburan panjang anda bisa rasakan antriannya seperti antrian ambil sembako. Anda harus selalu mengantri apabila anda ingin menikmati wahana yang tersedia. Namun kalau anda ingin terbebas dari antrian panjang anda bisa membeli Acsess VIP dengan menambahkan uang sebesar Rp. 250.000,- dari tiket masuk. Nguras dompet juga neh....

Kalo urusan makan di tempat ini memang agak sedikit bikin garuk-garuk kepala, harga makan di dalam Trans Studi Bandung cukup mengejutkan dan harga marchendise yang ditawarkan juga fantastis. Intinya dompet harus tebal...
Site Map Trans Studio Bandung
foto bareng teman-teman sebelum masuk
 

narsis sendirian di Parkiran Trans Studio Bandung
  
@Science Center
 
@Science Center
 
@Giant Swing
 
 Bareng petugas di Yamaha Racing Coaster
 Bareng di Trans City Theater

 Bareng di Dunia Lain

Sendiri di Dunia Lain
 



Senin, 28 Januari 2013

Gowes "Martabak Ride" - AA Bike Anniversary

Dapet informasi dari millis tetangga kalo tgl 27 Januari ada acara hajatan ulang tahun toko sepeda terkenal dan millis group sepeda ternama di Cikarang. Toko sepeda itu adalah AA Bike dan milis groupnya CikarangMtb. Mereka ulang tahun yang ke-4. Kedua nama itu cukup terkenal dan disegani di Cikarang dan orang yang ngaku tinggal di Cikarang pasti kenal dengan dua nama ini.

Acara ulang tahun ini digelar dengan menggelar lomba foto, coaching clinic dan offroad ride 30km dan diberi nama MARTABAK RIDE.

Seperti tahun kemaren pada saat ulang tahun yang ke-3, tahun ini pun kami mendaftar dan mengikuti gelaran acara ini. Kami berempat (saya, pak guru, om agus dan om martin) mendaftar dengan nama koskas cikarang.
Pada saat pendaftaran, semua peserta diberikan no peserta dan peta. Namun peta tidak dapat dibaca dengan jelas dan pihak panitia pun memberikan info kalo peserta boleh melewati jalur lain atau tidak berpatokan dengan peta.
Peserta sudah berkumpul di depan AA Bike, sesuai dengan jadwal yang tertulis pada leaflet bendera star dikibarkan pukul 07.16 dengan Tim terdahulu SIMBA dari showa tim kami melakukan star pada urutan ke-11 Rute offroad ulang tahun AA Bike kali ini melewati Deltamas - Sukamahi - Penyeberangan Eretan Cibeet - Wana Kerta - Bukit San Diego Hills - Wanasari - Parean Lebak/Hegar Mukti - kembali ke AA Bike..... dengan jarak tempuh ±30 km. 

Trek sebelum penyeberangan sangat menyiksa, jalan berlumpur menjadi halanan buat semua peserta. Semua sepeda tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya, semua didorong karena jalan berlumpur dan ban pun berubah ukurannya jadi donat dan sepatu jadi tebal alasnya.

Trek sepanjang 30 km melewati 3 pos, dimana setiap Tim harus berfoto ria di setiap pos dan foto-foto tersebut harus diserahkan kepada Tim Rusuh (paniti) pada saat finish. Hal tersebut dilakukan sebagai verifikasi kalo setiap Tim melewati pos yang ditentukan.

Karakter trek pada setiap pos sangat berbeda. Dimana tantangan/hamabatan paling sulit pada saat menuju pos 1 (penyeberangan eretan sungai cibeet). Waktu menunggu untuk giliranpun jadi halangan. 

Pemenang lomba ini ditentukan dengan ketepatan waktu. Tim yang mampu menempuh jarak 30 km dengan waktu mendekati waktu yang ditetapkan oleh Tim Rusuh (panitia) atau selisih tipis, maka dialah yang ditentukan sebagai pemenang.

Untuk waktu tempuh, tim kami mencatatkan waktu paling lambat dan paling terakhir masuk finish. Karena semua sepeda anggota kami mampir dahulu di tempat pencucian mobil untuk men-steam sepeda yang belepotan.

Akhirnya, pukul 13.30 kami pun sampai di finish dan tidak basa-basi langsung menyantap makanan yang disediakan panitia.










Sabtu, 26 Januari 2013

Gowes Cibarusah - Curug Cigeuntis

Kami (saya, Pak Guru dan Om Agus) merencanakan akan gowes ke Prasasti Batutapak, lokasi yang pernah saya kunjungi minggu lalu seorang diri. Pagi itu kami janjian di ruko MBJ sebagai tikum pemberangkatan, setelah Om Agus disusul Pak Guru yang datang dan ngasih info kalo rombongan sepeda yang ada di blok perumahannya akan berencana gowes ke Curug Cigeuntis dan pak guru menyarankan kita-kita untuk bergabung sekalian mendampingi secara kita-kita pernah kesana. Berembuk sebentar dan akhirnya diputuskan untuk gabung.

Setelah nunggu menunggu, peserta pun datang satu persatu dan akhirnya berangkat juga dan jam di handphone menunjukkan 07.02 WIB. Dalam hati berfikir kalo berangkat jam segini nyampe disana jam berapa ya?. Sebenernya seh ga ada target waktu yang mo dicapai tapi kalo kita berangkat agak pagian disananya bisa istirahat lebih lama dan untuk pulangnya pun ga kemaleman.

Jalur gowes yang akan dilalui dimulai dari Cigutul sesampai Cibenda ada jembatan kecil belok kanan ke arah Ds Nagacipta dan Bojongmangu. Setelah Kantor Kecamatan Bojongmangu kami belok kiri untuk nyebrang menggunakan perahu eretan ke jalan Pengkalan.

Setelah berjam-jam nge-gowes akhirnya nyampe juga di cigeuntis, setelah melewati jembatan kecil yang merupakan batas kawasan hutan wisata cigentis. Cerita sedikit soal Curug Cigeuntis yang berada di Gunung Sanggabuana-Kerawang, konon ceritanya dulu  daerah ini daerah kering  menetaplah seorang putri cantik bernama nyi gentissari yang  saat itu  ingin mandi, ketika itu datanglah seorang wali menyebarkan agama islam dan memohon kepada yang maha kuasa  memberikan air, dengan sekejap turunlah  air terjun  dengan sangat besar sehingga nyi gentisari mandi  dan  berikrar masuk islam.

Mulai dari sana cerita itu berkembang  dan banyaklah  orang menetap di kawasan kaki curug dan pengunjung berdatangan dari berbagai penjuru mandi air terjun dimaksud  dengan tujuan berbeda yang katanya mengandung khasiat dan keramat dengan mitos bisa  mempercepat jodo. Begitulah cerita yang beredar di masyarakat sekitar Gunung Sanggabuana.

Langit di Gunung mulai gelap dan rintik-rintik hujan mengguyur kami saat beristirahat di gerbang Waterboom Curug Cigeuntis, untuk mengejar waktu istirahat yang panjang kami melanjutkan gowes ditengah hujan gerimis dan hanya 10 menit untuk narsisan bareng-bareng.

Selepas gerbang waterboom, jalan menuju Curug Cigeuntis menanjak sampai dengan pintu gerbang Curug Cigeuntis disinilah penyiksaan dimulai. Tanjakan demi tanjakan kami nikmati dengan iklas dan masih dapat dinikmati dengan nyaman tanpa harus TTB karena jalan masih beraspal namun setelah desa terakhir (desa Sanggabuana) permukaan jalan sudah berubah yang tadinya aspal menjadi berbatu+tanah. Formula yang kami gunakan untuk menikmati jalan adalah GCD ( gowes campur dorong) karena jalanan licin seetelah dibahasi hujan gerimis dan tanjakannya yang muangtabs. Akhirnya tepat jam 13.15 kami tiba di gerbang curug cigeuntis. Setelah bayar tiket dan foto-foto sejenak kami lanjutkan mendorong sepeda ke warung yang bakal jadi tempat persinggahan.

Nyampe diwarung, sebagian rombongan bersih-bersih sebentar cuci kaki dan muka bekas semprotan lumpur dari roda. Dan yang lainnya memesan makanan dikarenakan lapar yang tak tertahan. Istirahat, makan dan sholat selesai rombongan bergerak ke curug untuk bernarsis ria, sedangkan saya tetap diwarung untuk istirahat (tidur siang) hehehe... Sambil mendinginkan dengkul yang overheat.

Arah pulang kami tidak melewati jalan Pangkalan namun kami berbelok ke Cariu-Bogor karena direncanakan pulangnya kami tidak akan nge-gowes sampe rumah, kami akan loading angkot aja karena sebagian rombongan sudah menyerah.

Pas adzan magrib kami tiba, lelah menghantui anggota rombongan. Gowes ini merupakan gowes perdana bagi rombongan yang kubawa dan juga dalam program wisudawan goweser komplek perumahan mereka, hahahaha ada-ada saja pak...














Senin, 21 Januari 2013

Hunting bareng KOMFAC, 19 Januari 2013

Sum
Hari ini Sabtu, 19 Januari 2013 janjian bareng KOMFAC (komunitas fotografer amatir cikarang) untuk hunting dengan tema "Nenekkoe memasak + kalau cucunya dateng" dimana lokasi hunting bertempat disalah satu rumah member KOMFAC Om Gardin. Lokasi rumah doi ternyata di daerah setu yah... Ga terlalu jauhlah dari rumah.

Berdasarkan postingan dari Om Irawan di Group FBnya KOMFAC sebelum menuju TKP semua berkumpul di meeting point di depan STTD jam 09.00 - 09.30 WIB. Dan hunting dimulai jam 10.00 - 12.00. Saya pun mengatur rencana pemberangkatan.

Cerita sedikit tentang hoby ku yang satu ini, haby ini salah satu hoby ku selain sepedahan. Sebenernya ini ga hoby-hoby banget, ini hanya sekedar aja. Jadi untuk nambah informasi yah gabung sama komunitas yang ada di sekitar rumah aja.

Aku berangkat dari rumah jam 07.00 sekalian antar aileen ke sekolah. Setelah aileen diantar aku lanjut ke TKP. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan karena harus motong jalan dikarenakan masih ada jalan yang tergenang air aku pun tiba di depan STTD Cibitung. Ternyata aku datang kepagian jam di hape menunjukkan 08.15 WIB 45 menit lebih awal dari waktu yang ditentukan Om Irawan.

Setelah beberapa menit menunggu aku dijemput Om David untuk menuju lokasi hunting. Sampai juga aku dirumah Om Gardian yang punya lokasi hunting dan ternyata sudah ada beberapa teman yang sudah datan dan beberapa lama kemudian member yang lain pun datang. Kurang lebih jam 11 siang Om Irawan dateng bersama rombongannya sebanyak 5 orang (om benny, om nurhadi, om gendon dan om ayouk).

Setelah member kumpul, diawali dengan ngobrol sedikit ngalor-ngidul akhirnya semua member mengeluarkan "senjata"nya masing-masing. Aku jadi minder setelah semua member mengeluarkan kameranya. Dari kamera yang ada ternyata hanya punyaku yang dibawah rata-rata.

Untuk konsep pemotretan pertama, lokasi dapur dengan model seorang ibu yang bekerja didapur. Dapur ini sangat klasik sekali, ruangan dipenuhi dengan asap yang berasal dari tungku dan ada sinar matahari yang masuk dari celah-celah genteng sehingga menimbulkan efek roll yang bagus sekali dan natural.

Konsep yang kedua adalah dengan obyek seorang laki-laki tua yang sedang merapihkan jala didepan rumahnya. Lokasi ini diluar ruangan jadi sangat banyak cahaya.

untuk kali ini saya puas sekali, senior-senior di KOMFAC sangat sabar sekali menjelaskan dan menguraikan trik-tirk dalam fotografi.